Tik tik tik...
Waktu berdetik tak mungkin bisa kuhentikan..
Maumu jadi mauku
Pahitpun itu ku tersenyum,,^_^
Kamu tak bisa rasakan hatiku..
Saat berhadapan kamu,,
Kamu tak bisa bayangkan sakitnya jadi diriku
YANG MASIH CINTA...
Huadouh.... Hari gene masih aja mikir kayak gitu????
Kagak GAUL banget sih loe?!!!!
UAN ud tinggal 60 hari lagi kalleee
Masa depanmu yang indah juga uda pada nagntri buat ngebahagiain kamu juga orang- orang tersayangmu. Jangan deh kamu kecewain mereka! Kata Pak Mario, kebahagiaan seseorang yang sesungguhnya itu adalah saat- saat dimana dia dapat membuat orang lain bahagia, gitu...
Yaahhh,,, seenggaknya coba deh buat nyenengin mereka dengan apa yang kamu punya sekarang. Dan yang perlu digaris bawahi tuch, kebahagiaan seseorang kagak bisa dinilai dari materi!! Itu wajib diinget!
Ya uda, buat sobat muda Indonesia, lebih baik lupain aja segala yang ngebuat kamu sedih, patah semangat, boring dkk sehingga masa depanmu pun ikut2an terhambat hanya karna suara hati yang kagak penting buanget itu.
SEMANGADH INDONESIAN GOLD GENERATION!!!! MERDEKA!! JAYA SENTOSA!!!!
Jumat, 13 Februari 2009
TERLUKA TAK SELALU SEDIH, TAPI SEDIH SELALU TERLUKA!!!!!
Kenapa yah di dunia ini aku selalu ngerasa kalo aku itu cantik
Jumat, 06 Februari 2009
Ketua DPRD Tk. Provinsi ditimpuk massa hingga tak bernyawa!!!!!!

3 Februari 2009
Abdul Angkat, seorang ketua DPRD Tk. Prov. meninggal dunia di ruang sidang GOLKAR. Hal itu dibenarkan oleh rekannya. Peristiwa itu terjadi ketika para anggota dewan SUMUT mengadakan rapat untuk membahas polemik tuntutan pendirian Provinsi Tapanuli. Tuntutan itu sudah diajukan oleh front pendiri Prov. Tapanuli sejak tahun 2002. Namun hingga tahun ini, tuntutan itu masih belum membuahkan hasil. Kelambanan dalam peresponan masalah ini membuat Front yng menghendaki pendirian provisi Tapanuli geram, hingga mereka mengadakan demo besar- besaran ke Gedung DPRD SUMUT. Hingga saat ini Kepala Kepolisian Daerah Sumut Irjen Pol Nanan Sukarna menyatakan sudah menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus demonstrasi tersebut, Chandra Panggabean, Burhanuddin Rajagukguk, FM Datumira Simanjuntak, Viktor Siahaan, Gelmok Samosir dan Parlis Sianturi dan JH Sitorus. Selain itu, 3 orang mahasiswa lainnya berinisial GH, MS dan S juga telah ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi demo ini.Diduga kematian Abdul Azis angkat meninggal karena terkena serangan jantung. Selain itu aparat keamanan dinilai lemah dalam menjalankan kewajibannya. Sehingga dengan mudah massa menganiaya Ketua DPRD itu hingga nyawanyapun melayang seketika.
Abdul Angkat adalah salah satu staf tenaga pengajar dari Universitas Negeri Medan. Beliau dikenal sebagai seorang yang mempunyai sosialisme yang tinggi. Beliau juga menyukai hal- hal yang berbau politik dan beliau tak pernah mau ketinggalan untuk mengikuti perkembangan politik yang terjadi di Indonesia ini. Sungguh, masyarakat Dairi merasa kehilangan pemimpin yang mereka kenal sebagai sosok yang baik. Apalagi, menurut Ical; pegawai di salah satu instansi pemerintah di Dairi, Azis Angkat adalah seorang pemimpin yang baik, tidak sombong dan selalu dekat dengan rakyat, khususnya warga Kabupaten Dairi. "Siapa yang tidak kenal Azis Angkat, pemimpin yang sering turun ke lapangan melihat kehidupan dan perkembangan rakyatnya. Sikap kekeluargaan dan rendah hati yang dimilikinya tidak bisa dilupakan begitu saja, ini jarang dimiliki seorang pemimpin," ujar dia.
Berkat kedekatan Azis Angkat dengan "rakyat kecil", sehingga setiap pencalonan dirinya menjadi anggota legislatif dari Partai Golkar tetap berhasil terpilih."Selama menjadi anggota DPRD Sumut, Azis Angkat sudah banyak berbuat bagi rakyat Dairi khususnya, Sumut pada umumnya," kata Ical yang mengenal dekat sosok almarhum.
Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat meninggal dunia setelah menjadi bulan-bulanan dalam aksi unjukrasa anarkis yang dilakukan para pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) di gedung dewan, Selasa siang, 3 februari 2009.
Label:
realita-demokrasi-indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)